It feels weird to writting again on my blog. I’ve been left my blog for such a long time. There are a lot of things that happen in my life when I’m gone. I know, I always start writting with those kind of opening when I decided to go back to my blog. But hey, I think thats fine.
Malam ini saya bener- bener tidak ada rencana untuk membuka blog, tapi entah kenapa hari ini rasanya saya merasa benar-benar kosong. Saya sudah melewati siklus yang sama semenjak pertama kali mulai menulis di blogspot pertama kali dulu sewaktu masih menjadi siswa sekolah menengah pertama. Rajin menulis untuk beberapa bulan, lalu menghilang entah kemana untuk waktu yang lama. Sialnya siklus itu selalu berulang entah berapa kali dalam hidup saya. Mungkin karena saya termasuk tipikal orang yang mudah teralihkan perhatiannya dari satu hal ke hal lainya.
Anyway, I just make one of the biggest decision I’ve ever made in my life. I decided to resign from my first job.
Hari senin kemarin resmi menjadi hari terkahir saya bekerja. Fyi, sudah sekitar dua bulan belakangan ini saya bekerja secara wfh (work from home). Jadi selama waktu itu pula saya memutuskan untuk stay di Bandung sementara waktu. Berhubung saya harus ke kantor hari Senin kemarin untuk menyelesaikan proses Clearence, akhirnya saya berangkat ke Jakarta. Kondisi kantor sangat sepi ketika saya sampai disana. Agak aneh rasanya last day di kantor tanpa ada satupun teman satu tim disana karena memang semuanya masih wfh juga. Tapi untungnya senior saya bela- belain datang dari Bekasi ke Kantor hanya untuk foto bareng untuk terakhir kalinya dengan saya dan memberi kenang-kenangan pada saya. She’s one of the best mentor that I’ve ever met in my life.
Setelah semua proses itu selesai, I’m officially unemploy now.
Saya resign dari kantor sebelumnya karena saya kebetulan sudah diterima di kantor yang baru. Agak kocak sih sebenernya, saya selalu izin ke senior saya setiap saya mau test dan interview di kantor yang baru ini. Dia sangat supportive dan tidak menghalang- halangi saya untuk mencoba hal baru. Sejujurnya ya, saya kaya cuma iseng aja melamar ke beberapa perusahaan melalui jobstreet karena lagi Low Season. fyi kalau di Kantor Akuntan Publik ada istilah low season. Biasanya Low Season itu sekitar bulan Mei – Oktober. Di bulan itu biasanya auditor bisa tarik nafas sejenak sebelum engagement dengan client baru dimulai lagi. Kalau kondisinya normal tanpa ada pandemi, kata senior saya sih dimasa low season ini sering digunakan auditor untuk Liburan. Tapi ya berhubung pandemi sialan ini masih ada saya hanya bisa menghabiskan low season ini dengan duduk manis dirumah dan menonton series atau bermain game.
Selain itu dimasa ini auditor biasanya sih hanya disibukan dengan training saja (tapi mungkin berbeda-beda ya antar kantor akuntan publik jadi tidak bisa di sama ratakan juga). Long story short, ke isengan saya menebar lamaran ini berbuah hasil yang tidak saya sangka. Setelah menimbang- nimbang akhirnya saya memutuskan untuk menerima offering dari kantor yang baru ini. Well, masih sama kok jadi auditor juga hanya beda kantor saja. Entah apa yang ada di dalam pikiran saya mau- maunya masuk ke lubang yang sama padahal di Peak Season sebelumnya saya sudah misuh-misuh mau pindah ke non KAP. Tapi mungkin memang sudah jalannya. Hati kecil saya masih berkeinginan mencoba menantang diri saya sendiri untuk terjun ke pertempuran lainnya yang jelas- jelas bukan termasuk kedalam comfort zone untuk saya. Ya.. I hope I will survive in the next battle.
I must survive.
I feel lost in the past few days. I don’t know what to do. I don’t know what the hell is happen in my life. I don’t know exactly what purpose of my life or what is my goals. I just watch video on youtube and play a games on my phone or read novel when I want. I think this stupid Pandemi is little by little get rid of my insanity. I hate to be in home for such a long time. I know its for sake of humanity we all must stay at home, but It make me feel frustated doing the same thing everyday and everyweek. Wake up, taking a bath, open laptop checking email, have lunch, working again, log out from email, close laptop, taking a bath and sleep or watching video on youtube.
I feel I lost my opportunity to explore, I trapped in this horrible situation because of Pandemi.
Saya paham mungkin beberapa orang akan bilang bahwa saya memiliki “privilage” karena masih bisa bekerja secara wfh. Namun, saya juga merasa ada banyak hal yang hilang selama dua tahun belakangan ini. Sewaktu masih sekolah dulu saya selalu membayangkan kehidupan setelah bekerja akan seperti yang saya tonton di film dan saya baca di novel. Sepulang bekerja bisa mampir dulu ke restoran untuk makan, saat weekend bisa jalan- jalan di kota perantauan. Thats sounds interesting to me.
Tapi disisi lain saya juga merasa bersyukur karena bisa bekerja secara wfh selama beberapa bulan belakangan ini. Saya jadi bisa lebih sering di rumah, kalau bekerja wfh dirumah bisa lebih bebas mengatur load kerja, bisa kerja sambil pakai baju tidur tidak harus memakai kemeja, lembur malam tidak harus dikantor bisa lembur dirumah, kalau lagi ga mood kerja bisa kerjain hal lain dulu tanpa harus diliat senior (maap sesat hahaha). Saya paham ada banyak hal baik juga dengan bekerja secara wfh ini.
Saya baru mulai masuk di kantor yang baru sekitar dua minggu kurang, sekitar awal bulan depan. Masih ada waktu tersisa untuk saya manfaatkan sebelum saya harus berhadapan dengan pekerjaan dan klien lagi. Jujur saya bingung saya mau melakukan apa selama gap waktu ini. Saya ingin liburan tapi rasanya kondisinya sangat sulit untuk liburan disaat sekarang ini. Mungkin kalau saya tidak bisa liburan ke luar kota, saya akan coba untuk Staycation di salah satu hotel di Kota Bandung deh.
Itulah sedikit update kehidupan dari saya yang benar- benar tidak terarah ini.
Saya berharap bisa menulis kembali dengan konsisten karena saya sadar saya membutuhkan hal ini. I will be back.
I promise. I hope you have a good day my friends!
-Fahrizi N-

