Keheningan

Ada pemandangan yang tidak biasa pada saat bulan Ramadhan. Pada hari- hari sebelum nya, tidak banyak orang pergi ke masjid pada saat jam shalat. Suasana masjid terasa lebih sepi. Yang ada hanya beberapa orang saja yang ada disana.

Suasana masjid berubah total saat bulan Ramadhan tiba. Suasa yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh. Berbondong- bondong jamaah berdatangan ke masjid. Semua orang ingin memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik- baiknya. Masjid bahkan selalu dipenuhi jamaah sepanjang waktu. Mulai dari anak- anak sampai para orang tua berkumpul saling berbaur di dalam masjid.

Pada saat hari raya Idul Fitri, ketika para jamaah saling bersalaman seusai shalat Idul Fitri. Suasana mendadak muram. Wajah beberapa jamaah mencerminkan rasa haru. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang tak bisa menahan rasa pilu sehingga meneteskan air mata. Bulan yang selalu di nantikan seluruh umat muslim telah usai. Kini, semua nya harus menunggu kembali sampai bulan Ramadhan kembali lagi.

Keramaian yang selalu ada di masjid selama bulan Ramadhan pun telah usai. Kesunyian dan keheningan pun kembali lagi.

-FNFA-

Word Count: 168 kata

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid”

untitled

Iklan

4 thoughts on “Keheningan

  1. nh18 berkata:

    Saya sudah datang ke sini dan membaca tulisan ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut meramaikan Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid di blog saya
    Semoga sukses.

    Salam saya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s