Lilin

IMG20160721114239.jpg

Ada beberapa benda yang menemani saya ketika saya sedang menulis atau melakukan aktifitas di ruangan saya. Beberapa diantara nya memang sengaja saya letakan di tempat- tempat tertentu agar membuat saya merasa lebih nyaman dan bersemangat. Salah satu benda itu adalah lilin.

Saya sudah terlanjur terbiasa dengan suasana tenang ketika ingin mengerjakan sesuatu. Kondisi ruangan yang tidak terlalu banyak cahaya  sudah menjadi kondisi favorit saya. Hanya ada lampu meja belajar saja yang dinyalakan. Bahkan tidak jarang di siang hari, yang jelas- jelas cahaya matahari bisa dengan mudah nya masuk melalui jendela kamar. Saya sampai menutup sebagian hordeng. Agar cahaya yang masuk tidak berlebihan. Rasanya bisa lebih konsentrasi dengan kondisi ruangan yang seperti itu.

Disamping itu, saya juga senang menyalakan lilin. Bukan lilin biasa untuk penerangan, tapi lilin yang memiliki aroma. Ukuran lilin yang biasa saya nyalakan cukup kecil. Lilin itu saya letakan di semacam gelas yang ukuran yang agak lebih besar untuk menjaga agar lilin itu tidak tumpah.

Aroma dari lilin baru bisa terasa dalam beberapa menit.  Aroma nya tidak menyengat atau bahkan mengganggu seperti hal nya aroma parfum yang bisa menyebar ke seluruh penjuru ruangan. Aroma nya hanya terasa sedikit saja, bahkan kadang sama sekali tidak terasa.  Hanya sekedar menjadi pemanis dalam ruangan kalau menurut saya.

Lilin ini hanya bisa bertahan selama beberapa jam saja. Setelah itu ia akan padam dengan sendirinya. Dan kalau saya masih ingin merasakan aroma nya, saya harus menyalakan lilin yang lain. Lilin yang saya pakai beraroma bunga, saya tidak tahu tepat nya bunga apa karena di kemasan nya tidak tertulis nama bunga nya. Warna lilin nya ungu. Saya membeli lilin ini di IKEA. Saya langsung membeli yang satu pak, isinya tiga puluh buah.  Agak banyak memang, tapi lagi pula saya cukup sering memakai nya. Ada yang agak besar ukuran nya dan aroma nya juga enak….tapi harganya mahal hahahahaha jadi saya beli yang ini  aja deh.. 🙂

Rasa nya nyaman aja gitu kalau menulis atau mengerjakan tugas ditemani dengan lilin beraroma ini. Berasa lebih tenang. Berhubung aroma nya juga tidak terlalu menyengat seperti lilin yang  lain, jadi saya jadi cukup sering menggunakan lilin ini. Kadang saya juga suka kelupaan kalau lagi menyalakan lilin di kamar…. Saya kadang suka meninggalkan lilin tetap menyala padahal saya lagi engga dikamar. Atau malah saya kadang suka ketiduran juga. Padahala lilin nya masih nyala. Tapi untung nya lilin ini cukup cepat padam karena ukuran nya yang kecil.

Kalau temen- temen ada yang suka nyalain lilin juga? Atau mungkin punya benda lain nya yang menemani saat sedang bekerja?

-FNFA-

Iklan

6 thoughts on “Lilin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s