Planning

IMG_20161226_115801-02.jpeg

Dari semua step yang harus dilewati ketika saya ingin melakukan suatu hal. Step yang paling menyenangkan ada tahap planning. Merencanakan semua hal nya secara mendetail, agar tidak ada satupun bagian yang terlewat. Mengumpulkan semua informasi yang ada, dan meracik semua nya menjadi sebuah perencanaan yang semenarik mungkin. Tahapan planning tidak terlau sulit karena masih sekedar rencana diatas kertas.

Hal yang paling sulit adalah mengimplementasikan semua rencana itu. Melaksanakan nya secara nyata. Bagian ini adalah bagian yang paling sulit. Padahal ketika  sedang membuat rencana, semua nya terlihat sangat mudah tampa adanya halangan. Tapi kenyataannya praktik jauh lebih sulit dari pada merencanakan.

Hal ini selalu saya alami dalam melakukan banyak hal. Seperti yang sudah pernah saya katakan di postingan sebelum nya, saya sangat suka sekali untuk melakukan planning menggunakan planner dan bullet journal yang saya miliki. Saya melakukan planning untuk keperluan kuliah ataupun hobi yang saya miliki. Semua hal yang akan saya kerjakan saya tuliskan didalam sana seluruh nya.

Dan beberapa hari kemudian ketika waktu nya sudah datang, saya lupa untuk melaksanakan nya.. 😦

Kadang suka kesel sendiri kalau udah kaya gini. Rencana yang sudah di buat jadi harus di rubah disana sini. Walau sebenarnya sih emang salah saya juga yang lupa untuk mengecek planner yang saya miliki. Biasanya, saya baru sadar ada tugas atay apapun itu yang saya lupakan dekat dengan waktu deadline. Terus langsung panik sendiri deh 😦

Planning memang harus dijalankan bersamaan dengan implementing dan controling ya. Tampa adanya semua elemen itu, planning sebagus apapun menjadi tidak ada guna nya. Hadeuh, sisa-sisa dari matkul manajemen masih kebawa-bawa  aja sampai sekarang hahahaha. Tapi kalau dipikir-pikir matkul manajemen itu kepake banget buat kehidupan sehari-hari. Walaupun gitu hidup saya masih belum teratur dengan baik sih hahaha, masih suka nunda kerjaan dan lupa sama tugas sendiri XD

-FNFA-

Iklan

10 thoughts on “Planning

  1. Saya bukan tipe perencana. Tapi tipe membiasakan diri. Misal dalamengelola blog, saya jarang mbuat rencana, tapi membiasakan diri menulis, blogwalking, dan lainnya. Gitu aja. Dalam keseharian juga seperti itu.

    Disukai oleh 1 orang

  2. Hihi sebelas duabelas mas sama saya. Mengenali tipikal diri itu juga perlu. Apakah tipe following well planned schedule atau tipe following where the wind blows haha..

    Mas follow blog baruku yaach hehe artpid.wordpress.com

    Disukai oleh 1 orang

  3. Setuju! Biasanya ketika membuat rencana aku memberikan sedikit margin of error, karena sering rencana tidak bisa berjalan semulus itu. Mesti disediakan toleransi untuk kejadian tidak terduga, hehehe 🙂 .

    Disukai oleh 1 orang

  4. aku pun paling sebel kalo udah ngeplan tapi gabisa centang, habis centang rasanya lega banget gitu hahhaa
    ah ya aku pengen bikin giveaway doridorian lokal tapi kulit asli semoga nanti ada budgetnya ya biar bisa beli beberapa jadi kesempatan menangnya lebih gede hahaha

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s