Accident

IMG20161226174701-01.jpeg

Well, I made a huge mistake yesterday.

I ruined every single things on that day. Thats all my fault. Jadi ceritanya saya mau memarkirkan mobil orang tua saya setelah saya menggunakan nya sebentar pagi kemarin. Tapi ketika saya datang, ada mobil tetangga depan rumah saya yang agak menghalangi ketika saya mau parkir di garasi. Jadilah saya memutuskan untuk memutar arah balik terlebih dahulu.

Posisi saya untuk memarkirkan mobil tidak seperti biasanya. Saya selalu maju terlebih dahulu kesebelah kanan, lalu saya mundur secara perlahan dengan memutarkan setir ke arah kiri. Namun pada saat itu karena kondisinya agak kagok karena terhalang mobil tetangga depan. Saya mencoba mengambil ancang-ancang  dengan cara sebaliknya.

Dan tampa disangka-sangka saya tidak sengaja menabrakan bagian kanan mobil orang tua saya ke tiang pagar. 😦 😦

Saya sangat shock ketika mendengar suara benturan keras dari belakang mobil. Saya langsung berhenti, dan keluar dari mobil untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Dan benar aja, bagian belakang mobil udah baret. Bagian bemper belakang mobilnya agak terlepas gitu. Dan akhirnya papa saya mengambil alih mobilnya dan membetulkan posisi mobil.

Saya tidak menyangka hal itu akan terjadi. Semuanya murni kesalahan saya sih, saya terlalu fokus dengan kaca spion sebelah kiri. Saya tidak terlalu memperhatikan spion kanan mobil. Kalau dari sudut pandang spion kiri, aman-aman aja. Ya udah saya mundur terus kan ya…dan ternyata dugaan saya salah. Sisi kanan mobil sudah mepet banget sama besi pagar dan tembok. Jadilah mobil saya dan besi pagar bertabrakan.

I know that my parents told me that they weren’t mad at me because it’s an accident. I don’t mean to do that. But… I just feel guilty all day because of that accident.

Karena kesalahan saya tersebut akhirnya mobil orang tua saya jadi harus masuk ke bengkel dan harus di perbaiki. Dan saya benar-benar merasa bersalah karena hal tersebut. 😦

bahkan hingga saat saya menuliskan post ini, saya masih tetap merasa tidak enak hati untuk melakukan apapun. Kemungkinan besar saya tidak akan duduk di kursi setir untuk beberapa waktu kedepan. Saya masih merasa khawatir dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi jika saya menyetir lagi.

I feel so bad right now 😦 😦

Ada yang pernah mengalami hal seperti ini juga?

-FNFA-

Iklan

15 thoughts on “Accident

  1. A. berkata:

    Sabar ya mas Fahrii, it takes time. 🙂 aku dulu juga pernah ga sengaja nyenggol motor dikit, dan mobilnya jadi lecet dikit hehe

    Suka

  2. shiq4 berkata:

    Dari dulu saya pingin nyetir mobil. Disuruh ibu ikut kursus tapi saya masih merasa malas. Sayang uangnya.

    Klo merasa bersalah dengan kejadiaan semacam itu lebih baik minta maaf kepada orang tua atas kelalaiannya. Mungkin perasaan akan jadi lebih baik.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Si Rakun Kecil berkata:

    Namanya juga belajar mas fahrii pelan pelaan hehe

    Dulu waktu belajar motor aku pernah bersitegang sama ayahku, lantara motornya miring terus kekiri padahal ngga aku belokin, ayahku bilang jgn dibelokin terus, nah aku lepas aja buktiin kalau tanpa aku setir motornya udh miring belok ke kiri, dan gak lama kami dan motornya jatuh ke pasir wkwkwk (belajarnya boncengan)

    Kalau soal mobil, beuh aku pernah latian mobil sampe mobilnya naik ke air mancur di bundaran rumah 👍 hahah kalau diinget2 lucu,

    Ayoo jangan patah semangat nyetiir XD

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s