Mencinta Dalam Diam

Untuk dirimu yang ada diseberang sana,

Aku tak pernah lagi mengetahui kabar mu semenjak kita berpisah setahun yang lalu. Situasi pada saat itulah yang membuat kita harus berpisah. Kita memilih jalan yang berbeda. Kita memang sempat bertemu sesekali karena ketidak sengajaan. Kita berada ditempat yang sama, ditengah-tengah keramaian yang ada ditempat itu. Mata ku tak pernah bisa terlepas dari mu. 

Senyum mu masih tetap sama seperti terakhir kali kita bertemu.

Beginilah keadaan ku sedari dulu. Menyimpan semua rasa dalam kesunyian. Mungkin diri mu bahkan tak pernah mengetahui keadaan ku yang sebenarnya. Namun tak apa, aku sudah berada didalam situasi seperti ini cukup lama. 

Andaikan aku bisa memutar waktu, aku ingin bisa lebih percaya pada perasaan yang kumiliki ini. Sehingga aku tak harus terus duduk termangu meratapi setiap rasa yang masih ku miliki hingga kini. Saat ini, aku hanya bisa berharap seiring berjalannya waktu. Kita bisa dipertemukan lagi di suatu masa yang akan datang. Dan jika saat itu memang benar-benar terjadi, aku berharap sudah memiliki keteguhan hati yang kuat untuk memberitahukan setiap rasa yang kumiliki kepada mu.

-FNFA- 

 

 

Iklan

4 thoughts on “Mencinta Dalam Diam

  1. Nur Irawan berkata:

    semoga bisa bertemu dengannya lagi mas…
    cinta itu memang harus di ungkapkan, apapun hasilnya…
    terima atau tidak, itu sama-sama memiliki potensi yang sama. terluka atau melukai..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s