The Problem

“And once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about.”
― Haruki Murakami

Beberapa waktu belakangan ini, atau mungkin lebih tepatnya semakin hari rasanya ada beberapa hal yang terasa berbeda dengan hari-hari yang saya lalui pada hari biasanya. I have a little problem with something.

I know I’m allready told my self that I won’t write something like this again. But I can’t hold my self not to write it. Have you ever have a problem with your self? I mean, this problem doesn’t have any relation with the people around me. It juts about me…

Everything that I do is always make me stressed. I don’t know why I feel that way. There’s something wrong with me.

Tidak seperti biasanya, intensitas saya untuk menunda pekerjaan menjadi sangat tinggi. Tingkat produktivitas benar-benar menurun drastis. Beberapa tugas saya kerjakan sehari sebelum deadline. Saya merasa bersalah namun disilain mood saya benar-benar tidak mendukung untuk mengerjakan semua itu. Parahnya lagi setelah saya cek kalender, ini sudah masuk minggu ketiga setelah ujian tenga semester lalu. Yang artinya ujian akhir semester tinggal dua minggu lebih lagi datang.

Honestly, I feel really stressed with all of this.

Hasil ujian tengah semester saya juga agak tidak sesuai ekspektasi yang saya harapkan. Agak kesel sama diri sendiri juga gara-gara hal itu.

Kadang suka iri juga sama beberapa teman saya yang cenderung akan menjadi super ambisius ketika nilai mereka tidak sesuai dengan ekspektasi yang mereka inginkan. Namun yang menjadi masalah disini adalah saya bukanlah tipe orang yang seperti itu. Saya cenderung flat menanggapi beberapa hal dan salah satunya adalah masalah nilai. Kalaupun bisa menjadi semacam motivasi untuk belajar lebih baik, itu hanya memiliki efek di awal saja.

Sepertinya sudah sangat jelas sekali ya saya memiliki masalah untuk fokus dan disiplin. I don’t understand why I always have this problem since I was in the elementary school. Agak sulit bagi saya untuk tetap menjaga mood tetap dalam kondisi yang baik sehingga saya bisa melakukan semua hal dengan konsisten. Ada saja hal yang menjadi pengalih perhatian ketika saya sedang mengerjakan sesuatu.  Ketika sedang belajar, saya hanya bisa fokus sekitar dua puluh menit. Setelah itu pikiran saya mulai melayang kemana-mana. Lalu saya putuskan untuk istirahat sejenak. Dan malah keterusan ga belajar lagi. Baru mulai belajar lagi sejam kemudian.

Adakah yang mengalami hal yang sama? Sebenarnya gimana cara untuk menjaga mood tetap baik dan pikiran tetap fokus untuk belajar?

-FNFA-

 

Iklan

8 thoughts on “The Problem

  1. zilko berkata:

    Haha, setiap orang tentu caranya berbeda-beda. Untukku, aku selalu mengingat apa tujuan (akhir)-ku dengan kesibukan/tugas-tugas yang mesti kulakukan itu. Ini bisa menjadi motivasi untuk mengejarnya. Hanya saja, supaya tidak “burnout”, aku juga tidak memforsir diriku sendiri. Kalau begini, bisa-bisa malah capek dulu di tengah jalan, akhirnya keteteran, hehehe 😀 . Makanya aku selalu berusaha membuat break di sana-sini. Break panjang kadang perlu lho. Itulah mengapa ada libur “Semester Pendek”, haha. Dulu sewaktu di Unpar, di masa-masa ini aku selalu mengambil libur. Lumayan 2-3 bulan. Ketika kembali, pikiran menjadi fresh lagi untuk mengejar tujuanku 🙂 .

    Disukai oleh 1 orang

  2. shiq4 berkata:

    Kalau mau termotivasi dalam belajar harus punya impian. Karena kalau kita mengingat impian yg kita inginkan, dengan segera kita akan bersemsngat untuk mempelajari semua yg dibutuhkan. Dan nggak akan merasa lelah atau bosan, bahkan akan ada rasa puas setelah selesai belajar seolah impian sudah semakin dekat.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Fiberti berkata:

    Hmm.Selain hrs ada motivasi org jg punya bakat dan gaya belajar yg beda2..auditory, kinestetik, visual, dsb. Hny kita yg tau gaya belajar kita. Org yg biasa visual bisa lost focus bila bljr dg bnyk distraksi pemandangan. Org kine yg aktif bisa gerecokin kwnnya bila hrs fokus diam bljr di kelas

    Disukai oleh 1 orang

  4. anindyarahadi berkata:

    dulu waktu kuliah aku jarang belajar sih sebenernya fizi, belajar pas mau kuis atau ujian aja biasanya. jd sebenernya gk punya tips belajar yang oke hahaha. belajar nggak usah maksa-maksa banget pokoknya tugas secepatnya harus selesai gitu habis dikasih dosen karena otak kita masih anget sama materi. terus beberapa jam menjelang perkuliahan luangin waktu setengah jam – sejam buat baca materi yang mau diajar *lihat silabus dulu* itu aja sih, jangan mikir kamu lg belajar ya… nanti jadinya gmn deh itu bosen… mikirnya kamu lagi baca doangan samalah kayak lg baca novel (novel ribet :p) selain itu kayaknya aku nggak belajar dulu kalau nggak ujian.

    Disukai oleh 1 orang

    • fahrizinfa berkata:

      Iyaa tugas lebih baik di selesaikan secepat mungkin supaya bisa menyisihkan waktu untuk hal hal lain yang mungkin memerlukan waktu panjang untuk dikerjakan :), makasih banyak kak Ninda saran nyaa

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s