#1 Megan

This is not about the reality that you want to have in a real life

Wheteher you can choose your way

You can’t decide where you exactly want to go

Megan menutup buku yang baru saja ia baca sebelumnya. Semuanya terasa benar-benar janggal. Buku itu memiliki alur cerita yang tak biasa. Ia mencoba menerka setiap kata yang ada didalamnya. Namun semakin ia mencoba untuk mengerti. Semakin ia bingung dibuatnya. Memahami buku ini sama halnya seperti memahami perasaan manusia.

Tak pernah bisa benar-benar pasti.

Sore itu, hujan turun dengan deras. Megan meletakan bukunya di meja yang ada di sebelahnya. Ia menatap jalan yang sepi. Hanya ada satu atau dua orang yang sempat melintas. Megan masih berusaha memahami setiap perasaan yang ada dalam dirinya akhir-akhir ini. Ada satu seseorang yang sangat mengganggu pikirannya. Hingga saat tidurpun, orang itu tetap saja muncul tampa ia inginkan. Megan berusaha melupakan setiap detail yang berkaitan dengan orang itu.

Namun, semakin ia mencoba melupakan. Semakin kuat ingatan dirinya akan orang itu.

Megan berharap setiap ingatan dan rasa yang ia miliki saat ini bisa luluh bersama dengan air hujan yang turun pada sore itu. Ia hanya bisa meringis memikirkan betapa naif dirinya secara terus menerus menyangkal setiap kebenaran yang sudah ia ketahui sedari dulu.

Perasaan tak pernah bisa luluh begitu saja dimakan waktu.

Bayang-bayang akan dirinya terus menghantuinya sepanjang waktu. Megan selalu mencoba mengalihkan pikirannya kepada hal lain. Namun semua rasa itu seperti semakin kuat setiap kali ia mencoba melarikan diri darinya.

Megan menyadari betul bahwa apa yang ia rasakan memang sebuah hal yang nyata. Tapi disisi lain, ada segelintir alasan yang menyebabkan dirinya mencoba untuk menyingkirkan setiap jentik rasa yang ada dalam dirinya terhadap orang itu.

Rasa yang tak terbalaskan selalu terasa menyedihkan.

Rasa yang tak tersampaikan selalu terasa perih.

Semakin lama ia mencoba untuk melepaskan rasa itu.

Semakin kuat pula cengkraman rasa itu pada hatinya.

Ia sudah terlanjur terbelunggu oleh rasa yang tak bertuan.

-FNFA-

Iklan

9 thoughts on “#1 Megan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s