Postcrossing dan Snailmail

IMG20180529210621-02.jpeg

After the final exam is done, finally I could do a lot of things that I couldn’t do before because I must to focus on my final exam. Yes, It’s postcrossing and snailmail! Postcrossing dan snailmail secara umum merupakan dua kegiatan yang lumayan mirip satu sama lain yaitu sebuah kegiatan dimana dua orang saling bertukar surat maupun postcard dimana biasanya kedua orang ini berada di dua tempat yang cukup berjauhan satu sama lain.

Ngomong-ngomong kalau yang saya tangkap berdasarkan beberapa definisi yang saya baca di wikipedia maupun berdasarkan hasil diskusi dengan teman-teman saya di komunitas planner (iya, beberapa teman saya di komunitas planner memiliki hobi untuk melakukan postcrossing dan snailmail juga), kegiatan postcrossing lebih terfokus pada saling bertukar postcard saja. Sedangkan Snailmail, itu bisa dibilang lebih luas cakupannya karena pada kegiatan snailmail tidak hanya sekedar postcard ataupun surat saja yang dikirimkan. Namun bisa juga beberapa perintilan seperti brosur dari kota setempat, peta negara setempat, stiker, washi tape sample, tea bag, maupun barang lain yang sekiranya tidak terlalu besar dan masih bisa muat untuk dimasukan kedalam amplop.

Tidak ada aturan pasti apa yang harus dipertukarkan dalam kegiatan snailmail, semuanya tergantung kepada kesepakatan ataupun keinginan masing-masing pihak yang memutuskan untuk saling bertukar surat satu sama lain. Kalau saya dan teman penpal saya tidak pernah saling janjian mau bertukar apa, jadi seru juga ketika ada kiriman datang saya jadi tidak tahu apa saja yang diberikan teman saya. 😀

Hingga kini saya baru punya dua teman penpal saja. Teman saya yang pertama bernama Andrea, dia berasal dari Czech Republic/ Ceko. Pada awalnya saya mengira dia berasal dari Inggris karena saya melihat beberapa foto yang dia post di Instagram dia. Oh iya saya berkenalan dengan Andrea melalui Instagram. Sebenarnya saya bisa saja mencari teman penpal melalui beberapa website penpal seperti Penpalworld  atau SnailmailPenpals. Namun saya merasa lebih aman untuk berkenalan melalui direct message instagram karena selain saya bisa melihat kebenaran dari calon teman penpal. Saya juga bisa sekalian memberi kabar jika saya sudah mengirim paket saya pada mereka.

Oke lanjut, Andrea ternyata merantau (ya ilah bahasanya merantau hahaha) ke Inggris lebih tepatnya ke Edinburgh untuk berkuliah. Dia bercerita mengenai banyak pengalaman dia sewaktu sedang berlibur ke beberapa tempat seperti Prancis dan Italia. Seru banget deh bisa mendapatkan cerita dari teman yang berasal dari negara lain. Andrea selalu menyelipkan tea bag di setiap surat yang dia kirimkan kepada saya. Rasa tehnya enak  banget!  Saya juga membuat journal untuk teh yang dia kirimkan kepada saya.

IMG20180417143621-01.jpeg

Tea bag yang sebelah kiri itu yang diberikan Andrea, sedangkan yang sebelah kakan, Greenfield, itu yang diberikan teman postcrossing saya Mari, yang berasal dari Russia.

Sejujurnya saya sudah mengenal dua kegiatan ini semenjak masih sd, namun saya baru benar-benar melaksanakan keduanya sewaktu kuliah. Saya pertama kali mencoba untuk melakukan postcrossing dengan Elagrama. Dia berasal dari Seattle, United States. Awalnya saya merasa sangat ragu untuk swap postcard dengan dia, takut ga sampai gitu postcardnya. Kalau amit-amit ga sampai kan saya engga enak dengan teman saya disana. Tapi akhirnya saya nekat juga hahaha. Saya berkenalan dengan Elagrama melalui Instagram juga. Saya mengirim direct message melalui instagram, saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Setelah itu saya mengirim beberapa foto offering postcard yang saya punya kepada dia, dan bertanya apakah ada postcard saya yang ia suka. Setelah dia memilih, saya juga memberitahu postcard yang saya inginkan (Elagrama mempost offering poscard yang dia miliki melalui akun instagram dia, akun ig dia memang khusus untuk kegiatan postcrossing).

Ternyata, postcard yang dikirim Elagrama datang duluan!  Kalau tidak salah hanya selang dua minggu setelah saya berkomunikasi dengan dia via ig. Termasuk cepat lho 2 minggu untuk ukuran postcard yang dikirim dari luar negeri. Sedangkan postcard saya baru sampai satu bulan kemudian hahaha. Padahal saya mengirimkannya diwaktu yang bersamaan. Untung-untungan sih kalau mengirim postcard atau snailmail dengan menggunakan perangko. Bisa sampai cepat, atau bisa engga sampai sama sekali. Jadi harus banyak berdoa supaya yang kita kirim bisa selamat sampai tujuan. 😀 Namun inilah yang menyebabkan kegiatan postcrossing dan snailmail menjadi menarik. Ketika postcard yang teman saya kirim sampai, itu benar-benar bahagia banget karena postcardnya bisa sampai dengan selamat :’D

Anehnya sewaktu saya swap postcard dengan teman saya Jan yang berasal dari Belanda. Postcard saya bisa sampai dengan cukup cepat sekitar dua minggu kurang! Saya juga pernah mengirimkan postcard ke Russia, jangka waktunya sama seperti ketika saya mengirim ke US yaitu 1 bulan lebih.

Untuk tarif perangko yang saya gunakan kalau hanya sekedar postcard, cukup dengan perangko Rp10.000 , namun terkadang entah kenapa ada beberapa petugas pos yang meminta lebih kalau jarak negaranya agak jauh seperti Russia. Tapi cukup kok Rp.10.000. Nominal tidak mempengaruhi kecepatan sampai postcardnya ya jadi tempelkan perangko secukupnya saja. Sedangkan untuk Snailmail, kadang saya suka memasukan beberapa benda yang membuat amplopnya jadi agak berat (kadang saya suka memasukan brosur dengan jumlah yang agak banyak) sehingga ada petugas pos yang menyuruh saya untuk menambah perangko lagi sehingga total perangko yang saya pakai sekitar Rp28000 untuk ke Inggris. Kalau amplopnya ringan Rp14000 sudah cukup kok sebenarnya. Tarif perangko yang diperlukan sepertinya tergantung beratnya juga. Oh iya untuk lengkapnya bisa dilihat di blognya Denissa ya terkait tarifnya!

Nah karena ada ujian akhir semester kemarin selama dua minggu, saya jadi agak telat mengirim surat balasan untuk salah satu Penpal saya yang berasal dari Singapura. Makanya kemarin saya sempatkan untuk pergi ke Graha Pos Indonesia yang berada di Jalan Banda, Bandung. Disana saya membeli beberapa perangko untuk stok. Malas juga kalau harus bolak-balik kesana untuk membeli perangko, jadilah saya membeli perangko lumayan banyak kemarin.  😀

IMG20180528145506

Koleksi Perangko Edisi Dilan yang saya beli untuk teman penpals saya yang berasal dari Singapura. Dia fans Dilan lho! XD

Selain perangko edisi Dilan diatas, saya juga membeli beberapa perangko biasa yang akan saya gunakan untuk mengirim paketnya nanti.

Well that’s my story for today! I will tell you more my postcrossing and snailmail activity more on the next time! Cobain deh swap postcard dengan teman dari luar negeri, itu seru banget lho! 😀

Ada yang suka postcrosing/snailmail juga kah?

-FNFA-

 

Iklan

Satu respons untuk “Postcrossing dan Snailmail

  1. deadyrizky berkata:

    dulu sih tahun 2006 saya masih sempet tuh surat”an sama gebetan
    aduh wangi surat yang diterima itu lho
    baunya gak ilang”
    mantappp

    izin follow ya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s