#2 Surabaya Trip: Drama and Food

Tadinya saya ingin menuliskan cerita di hari kedua perjalanan menuju Surabaya kemarin malam. Namun saya sudah merasa kelelahan sekali dan akhirnya langsung tidur saat sampai di hotel. Jadi saya memutuskan untuk menggabungkan cerita dua hari ini di satu postingan yang sama.

Saya dan keluarga melanjutkan perjalanan dari kota Semarang menuju kota Surabaya pada hari Minggu kemarin sekitar jam 7 pagi. Gerbang tol pertama yang kami lalui adalah Gerbang Tol Banyumanik. Kondisi jalan pada pagi itu tidak terlalu padat, sepertinya kepadatam di jalan tol sebelumnya sudah mulai terpecah ke kota- kota tertentu yang berada di Jawa Timur. Enak sih sebenernya kondisi jalan seperti ini karena jalan tol menjadi sangat lancar tampa ada hambatan. Namun ada waktu-waktu tertentu ketika saya kebagian menyetir ( saya bergantian menyetir dengan papa saya) rasa kantuk mulai muncul karena jalan tol baru ini cenderung lebih sering lurus tampa ada belokan sama sekali. Tapi untungnya beberapa lagu di Spotify yang saya nyalakan bisa menghilangkan rasa kantuk itu.

Namun di sela-sela jalan yang lowong itu tiba- tiba ada dua pilihan jalan yang harus saya pilih. Ke kanan ada palang yang memberitahu bahwa itu jalan menuju Surabaya, dan yang agak janggal yang jalur sebelah kiri tidak ada petunjuk jalan apapun. Karena bingung saya memutuskan mengambil jalan ke arah kanan yang ada petunjuk arahnya.

Setelah beberapa saat, saya merasa ada yang aneh dengan jalur yang saya ambil ini karena jalan nya terlihat bukan seperti jalan tol. And after that, I realize that I choose the wrong path. Ternyata jalur yang saya ambil ini membuat saya keluar dari jalan tol dan saya diarahkab kota Nganjuk! πŸ™‚

Padahal kalau saya ambil jalur kiri saya masih bisa melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan menggunakan jalan tol. Untungnya sebelum masuk ke Kota Nganjuk, ada petunjuk jalan yang mengarahkan saya menuju jalan tol lagi!

Saya bisa masuk jalan tol lagi! πŸ˜€

Kondisi jalan tol mulai dari sini agak mulai horor karena kondisi jalsn tol nya masih belum benar-benar selesai. Di kanan dam kiri saya masih banyak seali gundukan tanah. Jalan tol nya bahkan masih belum di aspal di beberapa bagian sehingga banyak debu bertebaran. Yang paling menggangu adalah jalan tol ini sering ada mobil dan motor warga setempat yang menyebrang jalan yang menyebabkan perjalanan menjadi agak tersendat. Hal ini disebabkan jembatam penyebrangan untuk warga lokal masih ada yang belum selesai. Jalan tol ini kesannya seperti dipaksakan untuk beroperasi padahal kondisi dilapangan masih belum siap.

Salah satu penyebab jalan sering tersendat karena ada warga lokal yang menyebrang jalan. Untungnya sih ada petugas yang berjaga di setiap area ini

Sisi kanan jalan tol yang masih cukup mengkhawatirkan

Ini salah satu bagian horor dari jalan tol ini, jalan menurun yamg curam. Ada banyak mobil yang mengantri di jalan menurum ini 😦

Seriusan deh ini jalan nanjak nya ga kalah curam sama turunam sebelumnya 😦

Ngomong-ngomong, sempat ada sedikit drama diperjalanan ini. Jadi para pengendara yang masuk dari gerbang tol salatiga tadi yang ingin pergi menuju Surabaya dipaksa dikeluarkan ke Kertosono. Yang agak aneh adalah jalan menuju Surabayanya ditutup padahal tidak terjadi kemacetan sama sekali. Serangkan arah ke Ketosono macet patah bahkan sampai tidak gerak. Hal ini bahkan terjadi di jalan arah sebaliknya yaitu Surabaya menuju kertosono.

Beberapa mobil yang sepertinya sudah kesal mencoba masuk ke jalan arah Surabaya dengan melalui sisi kanan jalan yang tidak di barikade. Saya awalnya agak ragu mereka akan berhasil karena di depan barikade ada petugas jasa marga. Namun setelah benerapa lama ternyata mereka berhasil menuju Surabaya tampa harus keluar di Kertosono!

Hal ini memicu pengendara lain untuk ikut mencoba juga bahkan ada yang sampai memutat balik karena jalan menuju kertosono sangst suram. Para pengemdara dengan teratur mundur dan memasuki barikade tadi (termasuk saya juga karena sudah cape banget, kalau saya masuk ke kertosono entah kapan saya sampai di surabaya)

Satu persatu para pengemudi memasuk jalan yang langsung menuju Surabaya, mereka masuk melalui sisi kanan jalan

Para pengendara yang dengan kompak memutar balik mencoba masuk jalan Surabaya langsung. Seriusanz jalan menuju Kertosono benar benar tidak bergerak. Akhirnya semua pengendara yang menuju Surabaya mencoba masuk ke jalan yang langsung menuju Surabaya

Jadi awalnya, pengendara mulai bisa masuk jalan ini. Namun beberapa saat kemudian mobil petugas jasa marga menghalangi. Akhirnya satu pengemudi kedepan untuk bersatu memaksa petugas jasa marga untuk membuka jalan. Masalah utama nya saya dan pengendara lain seakan dibohongi karena di saat pintu masuk gerbang tol jelas tertulis ini jalan menuju kota Surabaya. Lah masa jadi dipaksa keluar ke Kertosono? Sedangkan pengendara lain di jalan depan barikade yang baru masuk tol bisa menggunakan jalan menuju kota Surabaya dengan lancar?

Setelah didebat para pengendara yang sudah kelelalahan dan dikerubungi massa yang mulai emosi karena dipaksa keluar, akhirnya Barikade dibuka! Yess!

Ada-ada aja ya suka duka dijalan saat mudik


Setelah dipikir kembali saya memutkan mengakhiri postingan ini dengn foto makanan yang saya santap kemarin setelah sampai di Surabaya! Saya masih ingin lanjut menuliskan cerita di hari ketiga yaitu hari ini sebenarnya. Namun menulis di handphone itu agak sulit karena ada delay saat pengetikan. Saya akan lanjutkan di postingan selanjutnya!

Cookies Ice Cream rasa Red Velvet yang saya beli di Tunjungan Plaza, Surabaya

Bebek Sinjay yang saya beli di resto bebek sinjay, jalan Dharmahusada

-FNFA-

Note: maaf yaa kalau ada typo, aplikasi wordpress di handphone saya agak lag sehingga agak sulit untuk mengetik dengan benar πŸ˜…

Iklan

4 respons untuk β€˜#2 Surabaya Trip: Drama and Food’

  1. zilko berkata:

    Lho, apakah jalan tol yang arah Surabaya ditutup tanpa ada alasan? Kalau ditutup semestinya ada alasannya kan ya, misalnya masih belum selesai atau ada bagian yang masih harus diperbaiki atau gimana?

    Anyway, yang penting sudah selamat tiba di Surabaya ya!! πŸ˜€

    Disukai oleh 1 orang

    • fahrizinfa berkata:

      Tidak ada alasan yang jelas kak zilko pas pengendara bertanya ke petugas jasa marga mereka engga memberika jawaban yang jelas, kondisi jalan nya sudah bagus banget dan lancar tampa ada hambatan,tp anehnya masih ditutup juga jalan nya 😦

      Suka

  2. deadyrizky berkata:

    Walahhh masak kulinernya di tunjungan plaza aja
    Hehehe
    Tapi wajar sih
    TP sekarang udah jauh lebih megah daripada 4 tahun lalu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s